Rabu, 28 September 2011

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Bocah 14 Tahun Nekat Curi Motor

Semanggi, Warta Kota
AN, bocah berusia 14 tahun, tertangkap tangan mencuri sepeda motor di Jalan H Ung RT 06 RW 02, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (13/6) malam. Seperti yang dikutip dari Humas Polda Metro Jaya, kejadian tersebut bermula saat Sriyono, (45), baru saja memarkirkan sepeda motornya, Honda Beat, di depan rumahnya, dalam keadaan tidak terkunci.
Beberapa saat kemudian, Sriyono sadar bahwa ia lupa mengunci sepeda motor tersebut, ia pun kembali. Namun saat ia kembali ke teras rumahnya, ia menemukan sepeda motornya tengah didorong oleh Andrian.
Sriyono pun berteriak maling, sehingga warga sekitar berdatangan dan mengepung pelaku, hingga ia berhasil ditangkap warga.
Tersangka berikut barang bukti sepeda motor Honda Beat bernopol B-3787-TAU, kini diamankan Polsek Metro Kemayoran. (Kompas.com)
Sumber : http://www.wartakota.co.id/

Opini :
Kalau menurut saya, kejadian itu pasti didorong oleh faktor-faktor tertentu yang menyebabkan terjadinya kejahatan/pelanggaran seperti itu, diantaranya adalah faktor Keluarga, faktor Lingkungan/masyarakat, dan juga faktor Ekonomi.

- Faktor keluarga. Faktor ini dapat terjadi karena beberapa hal, seperti ketidakharmonisan dalam keluarga. Hal ini bisa membuat anak kearah yang negatif, karena keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam mengarahkan perilaku, pergaulan dan kepatuhan anak. Ketidakharmonisan bisa terjadi karena perceraian orang tua, orang tua yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, dan tidak memperhatikan perkembangan anaknya, orang tua yang berlaku tidak adil terhadap anak, minimnya penghargaan kepada anak dan lain-lain. Semua hal tersebut membuat anak merasa sendiri dalam mengatasi masalahnya di sekolah dan lingkungannya juga pergaulannya di masyarakat, tidak ada sosok yang patut dicontoh dirumah, minimnya perhatian, selalu dalam posisi dipersalahkan, bahkan anak merasa diperlakukan tidak adil dalam keluarga.

- Faktor lingkungan. Setelah keluarga, tempat anak bermain/bersosialisasi adalah lingkungan sekolah dan lingkungan tempat bermainnya (pergaulannya di masyarakat). Lingkungan merupakan tempat pendidikan kedua setelah keluarga, sehingga perilaku anak di sekolah dan siapa teman bermainnya juga mempengaruhi kecenderungan kenakalan anak yang mengarah pada perbuatan yang melanggar hukum. Tidak semua anak dengan keluarganya yang tidak harmonis memiliki kecenderungan melakukan pelanggaran hukum, karena ada juga kasus dimana anak sebagai pelaku ternyata memiliki keluarga yang harmonis. Hal ini dikarenakan begitu kuatnya pengaruh faktor lingkungan bermainnya/pergaulannya di masyarakat yang kurang baik. Apalagi bagi anak yang tidak mempunyai keharmonisan dalam keluarga, tentu akan lebih besar kemungkinan untuk mencari sendiri lingkungan diluar keluarga yang bisa menerima apa adanya. Apabila lingkungan tersebut positif tentu akan menyelesaikan masalah si anak dan membawanya kearah yang positif, dan juga sebaliknya. Jika mendapatkan lingkungan yang negatif, maka kemungkinan besar akan menjerumuskannya kedalam hal-hal yang negatif.

- Faktor ekonomi. Alasan tuntutan ekonomi merupakan alasan klasik yang melatarbelakangi penyebab terjadinya kejahatan. Mulai dari kebutuhan keluarga, sekolah sampai dengan ingin menambah uang jajan sering menjadi alasan ketika anak melakukan pelanggaran hukum.

Oleh karena itulah faktor Keluarga dan faktor Lingkungan/masyarakat yang sangat mempengaruhi anak untuk berbuat ke arah yang seperti apa, tergantung dari faktor-faktor itu. Dari ke semua faktor mempunyai hubungan satu sama lain terhadap perkembangan suatu anak/individu.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar